free web templates

Orang Pacaran Itu Seperti Kekucakeme

HIdayah, Islam, Media, Majalah, Agama, Cerita Islam, Kisah Islam, Al-Quran, Hadist

love

BERGONTA-ganti dari satu kekedua, ketiga, keempat, kelima dan seterusnya, sesukanya dan seseleranya. Bak kupu-kupu yang semakin dikejar malah semakin menjauh, atau semacam lalat yang terus setia membelai di sekelilingmu, namun sukar ditangkap, lama-lama hanya menyebalkanmu sendiri dan ingin memusnahkannya sesegera mungkin.

Atau bak capung yang hinggap didekatmu, dekat sekali, ia tampan menawan, semakin kau dekat, kau melihatnya tak bergerak bahkan walau hanya berkedip, tetapi begitu inginmu untuk menangkapnya, ia terbang gembira seakan ia mengejekmu setengah mengasari: dasar begok, tak punya trik yang matang! Main tangkap saja! Ngasal saja! Gak becus! Ada aturannya bro!

Kaukira aku mudah kauborgol?

Atau semacam keong, lambat nian geraknya, tapi pandai betul melabui si kancil, kau menganggapnya remeh, enteng-petenteng padanya, huh! Kau tak mengerti bahwa ia tahu akal busukmu, ia makan hati. Karena ketahuan, sungguh, kau tak punya pilihan selain dianggap sebagai penipu, pembual kelas kakap, pemberi harapan palsu, pembuat sakit hati orang lain, dan playboy papan atas yang tak punya perasaan dan harga diri, dan tak boleh diberi ampun.

Seharusnya kau tak layak menemukannya, sebab begitu banyak yang kau gonta-ganti, kau anggap sepertu chanel TV saja. Begitulah rodanya bagimu yang pecandu pacaran, suka ganti-ganti pacar, menyakiti hati yang lama dan mencari hati yang baru. Rayuan mautmu kaupelihara, menaklukkan sifat hati yang lembut. Melemahkannya dengan kata-kata gombalmu yang bijak.

Kauanggap mereka kupu-kupu yang mudah ditangkap, capung yang mudah dikepung, lalat yang mudah dibelai, padahal ia begitu cerdik untuk menyelamatkan diri dari tipuan muslihatmu. Merayu semua perempuan persis seperti mengejar kupu-kupu, mirip sekali dengan menangkap capung dan persis sekali dengan keong yang kalem, tapi makan hati, kalau kau tipu makan akan ditipu balik seperti dongeng: keong yang mengalahkan sang kancil lomba lari.

Sampai kapan kau seperti burung hantu? Yang terus menyelinap di kesunyian? Tidakkah kautahu bahwa mereka sudah punya tambatan? Yang tercatat di lauhul mahfudz? Sampai kapan kau terus seperti tuyul yang berkeliaran di setiap hati yang kosong? Tidakkah kautahu mereka juga berhak memilih? Tentunya bukan dirimu yang dipilihnya, dasar playboy!

Sangat disenangkan, dan diidamkan para kaum hawa jika kamu memelihara kesabaranmu, menunggu sesuatu yang kau yakini lewat doa-doa yang selalu kau panjatkan di qiyamul lail-mu, membenahi diri, memantaskan diri, berusaha menimbun kecukupan untuk kelangsungan hidup setelah menikah.

Jika kau bersabar, persis seperti menunggu kepompong yang akan segera berubah menjadi kupu-kupu yang indah, cantik, imut dan menyenangkan. Bukan menggombal, merayu kesana-kamari dan bersilat lidah yang ujung-ujungnya menyakitkan bak ditusuk belati. Jika kau bersabar maka kepompong yang sudah berubah menjadi kupu-kupu itu akan menjadi milikmu, akan kau miliki sesuai dengan harapanmu.

Tapi, jika kau tak bersabar dan melampiaskan kesabaranmu lewat pacaran dan terus pacaran berganti-ganti pacar, layaknya mengejar kupu-kupu yang semakin dikejar semakin menjauh dan hilang terbang melayang, lama-lama kau jadi perjaka tua, bujang lapuk! Paham kau sekarang?

Orang yang pacaran itu bagaikan mengejar kupu-kupu, dan orang yang selalu berikhtiar lewat seperempat malamnya memanjatkan doa pada Rabb-nya, membenahi diri, membangun kemapanan, merencanakn hidup yang cemerlang dan sabar menanti, bagaikan menunggu kepompong yang siap berubah menjadi kupu-kupu, semuanya menjadi indah dan senang.”

“Sebenarnya ia bagaikan merpati, ” tapi ini rahasia, Kawan, tak banyak yang tahu. Hari ini kubisikkan padamu, maka dengarlah baik-baik!

“Sebenarnya ia bagaikan merpati, ia berada di sekelilingmu, tapi kau tak tahu dan tidak memperdulikannya. Ia jinak, tak perlu kaukejar, cukup perhatian padanya. Maka salju itu akan meleleh dengan sikap perhatianmu yang hangat, pada saat itu bersegeralah mengikatnya, jangan lepaskan dan bawalah ke pelaminan, sebelum musim salju datang dari arah yang tak kau duga, yang membuat lidahmu kelu, hatimu pilu, dingin dan membeku.”

“Semuanya bersatu jadi; kekucakeme: Kepompong, kupu-kupu, capung, keong dan merpati.” []

Sumber :

Hidayah Islam Media

SHARE THIS PAGE!

FACEBOOK COMMENTS WILL BE SHOWN ONLY WHEN YOUR SITE IS ONLINE