css templates

Jangan Menjadi Generasi Bebek

Hidayah, Islam, Media, Majalah, Agama, Cerita Islam, Kisah Islam, Al - Quran, Hadist, Remaja

generasi bebek

Beberapa waktu lalu fenomena “Om telolet om” viral, bahkan menjadi trending topic dunia. Asal-usul dan arti kata telolet jadi buah bibir warga Indonesia, bahkan dunia.

Awalnya, musisi ternama seperti DJ Snake, DJ Zedd, bahkan DJ Martin Garrix bercuit lewat Twitter dengan menuliskan kalimat fenomenal tersebut. DJ Snake, DJ Zedd, dan DJ Martin Garrix bahkan mempertanyakan arti telolet dengan memposting “What is Om telolet Om?”

“Telolet” adalah bunyi klakson bus.Setelah viral banyak orang ikut mempraktikkannya. Mayoritas adalah remaja. Mereka berkelompok berdiri di pinggir jalan membentangkan kertas bertuliskan “Om telolet om” sambil menunggu bus lewat. Setelah bus datang, mereka berteriak “Om telolet om” lalu Pak Supir membunyikan klaksonnya. Mereka bersorak sorai kegirangan seolah mendapatkan hadiah.

Tren baru yang sedang hangat di kalangan remaja adalah Skip Challenge. Yaitu tantangan dengan menekan dada seorang korban hingga pingsan dan kejang-kejang. Dokter Yoga Yuniadi menuturkan bahwa penekanan pada dada ini mengurangi kadar oksigen dalam darah atau hipoksia yang berdampak pada kerusakan otak. Bila hipoksia ini berlangsung lebih dari 4 menit dapat mengakibatkan kerusakan otak secara permanen.

Video Skip Challenge ini beredar dan viral di media sosial sehingga banyak remaja yang ikut-ikutan. Mereka tidak berpikir mengenai dampaknya, mereka menganggap permainan ini hiburan, lelucon, dan tantangan seru. Ikut-ikutan tanpa mengetahui maksud dan tujuan nampaknya sudah menjadi budaya generasi muda kita, latah, tergiring arus tidak bisa menentukan arah.

Masa muda begitu berharga, karena inilah masa keemasan yang harusnya berpotensi untuk melakukan hal-hal besar. Masa di mana bisa mengerahkan segala upaya untuk berkarya sebanyak banyaknya, menyebar manfaat seluas – luasnya.

Dahulu ketika Sistem Islam diterapkan dan mendominasi dunia, berhasil mencetak generasi unggulan seperti Ibnu Sina atau di Barat dikenal dengan nama Avicenna, seorang ahli filsafat dan ilmu kedokteran. Beliau menguasi ilmu kedokteran sebelum usianya genap 16 tahun. Beliau juga menguasai ilmu fisika dan matematika. Bidang ilmu tersebut masih bermanfaat hingga sekarang.

Begitu utamanya masa muda, diriwayatkan dalam sebuah hadis.

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingga ditanyakan 4 perkara : (pertama) tentang umurnya dihabiskan untuk apa. (Kedua) tentang ilmunya diamalkan atau tidak. (Ketiga) tentang hartanya, dari manadiperoleh dan kemana dihabiskan. (Keempat) tentang lelah tubuhnya untuk apa.” (HR. Tirmidzi)

Mengapa generasi sekarang dan generasi terdahulu berbanding terbalik?

Tentu karena pengaruh sistem. Sistem yang diterapkan sekarang adalah kapitalisme sekuler. Di mana kehidupan dan agama terpisahkan. Tidak menggunakan aturan agama dalam tatanan kehidupan. Sehingga wajar, saat ini remaja digempur oleh berbagai macam tontonan dan tuntunan yang membuat mereka kehilangan identitas diri.

Sedangkan Islam bukan sekedar agama yang hanya mengatur ibadah ritual semata. Islam lengkap membawa rahmat, mengatur setiap lini kehidupan. Dimana semua perbuatan kita terikat dengan hukum syariat yang berdasarkan Alquran dan Sunnah. Semua perbuatan berpotensi mendapatkan pahala atau dosa.

Sudah saatnya kita kembali kepada identitas Islam, berhenti menjadi generasi bebek yang mengikuti arus. Sudah saatnya kita mengembalikan masa keemasan dengan menjadi generasi cemerlang yang menerapkan syariat Islam secara keseluruhan. Wallahualam

Sumber :

muslimah.media

SHARE THIS PAGE!

FACEBOOK COMMENTS WILL BE SHOWN ONLY WHEN YOUR SITE IS ONLINE