free simple web templates

Istri Canggih

Hidayah, Islam, Media, Majalah, Agama, Cerita Islam, Kisah Islam, Al - Quran, Hadist

suami mengecek hp

SEBUAH percakapan suami istri di dalam whatssapp messenger.

Suami : “Nanti malam ada acara buka puasa dengan teman-temanku, baiknya gimana ya bund?”

Istri canggih ; “Siappp. Ada telur balado, ayam gulai, kepiting opor dan sambal mangga, minumannya es buah dan kue bolu tape juga tersedia.”

Suami ; “Alhamdulillah, bunda memang istri yang superr!” diimbuhi dengan jempol tiga

Di waktu yang lain,

Suami: “Bund, ayah gak bisa antar ke Bogor yaa, ayah tiba-tiba ada meeting.”

Istri Canggih : “Ya, gak pa pa nanti aku ikut teman.”

Keesokan harinya…

Suami : “Bund, gas habis, gimana baiknya ya? Ayah harus segera berangkat ni karena ada raker.”

Istri Canggih : “Siaaapp, pergi aja yaah”

Kemudian di akhir bulan

Suami : “Bund, gaji ayah kena potongan karena ayah lupa ngerjakan tugas dari boss.”

Istri Canggih : “Yaa sudahlah yaahh, sudah takdir, bunda ada kok simpanan…”

Bulan depannya.

Suami : :Bund, besok pagi ayah harus pergi 3 hari tapi si kecil sakit, bunda bisa minta bantuan siapa yaa buat antar ke klinik?”

Istri canggih : “Tenang yaah, bunda akan uruskan semuanya..”

Ketika ayah pulang dari dinas luar kota.

Suami : “Bund… ayah mau…

Istri Canggih : “Siappp….. !” (sebelum kalimat sang suami selesai).

Gambaran istri-istri di sekitarku yang kulihat adalah istri super canggih, apa saja bisa, dari masak yang aneh-aneh sampai jualan yang aneh-aneh. Bahkan urus ini itu bahkan yang bukan urusannya pun ikut terurus juga.

Istri canggih andalan suami. Istri canggih bisa membuat suami tidak merasa diperlukan lagi, karena pada hakekatnya laki-laki itu butuh dianggap sebagai pahlawan, tempat kita menyandar. Nah kalau kepala ini tegak selalu dan tidak butuh sandaran, tak heran bila ada kepala lain yang akan menyandar.

Saya belum pernah sih dengar ada istri yang bilang siap untuk yang satu ini “Bund, mohon maaf, ayah terpaksa harus punya istri lagi, ayah tinggal dulu dua hari yaaa mau ijab Kabul…”

Bagi istri canggih suami pergi kemana saja tidak apa-apa walau lama juga, yang penting jangan pergi ke lain hati. Hmm…mungkin moto yang tepat adalah “Aku memang canggih tapi hatiku tidak.”

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (QS an-Nisaa’: 34). []

Suami Idaman, Istri Pujaan, Uang bukan Ukuran

Jika tidak bahaya katanya, sang istri pujaan bisa ngambek tak karuan. Begitupun sebaliknya, sang istri musti menyiapkan gala dinner setiap hari saat menyambut sang suami.

Bagi pasangan yang tinggal di gubuk sederhana, makan seadanya juga berpakaian alakadarnya, untuk bahagia bisa sederhana pula.

KATA orang, menjadi pasangan suami istri yang harmonis dan romantis itu butuh modal yang tidak sedikit. Suami harus menyiapkan hadiah berupa cokelat atau bunga sepulang kerja atau saat saat istimewa.

Jika tidak bahaya katanya, sang istri pujaan bisa ngambek tak karuan. Begitupun sebaliknya, sang istri musti menyiapkan gala dinner setiap hari saat menyambut sang suami.

Tentu hal tersebut sah-sah saja dilakukan, tak ada salahnya toh membuat pasangan bahagia.

Namun, bagi pasangan yang tinggal di gubuk sederhana, makan seadanya juga berpakaian alakadarnya, untuk bahagia bisa sederhana pula.

Ketika suami pulang kerja, istri sudah menunggu untuk mendengarkan cerita ceritanya. Mulai dari berangkat hingga tiba di rumah. Semua cerita didengarnya dengan khusyu, cerita suka maupun yang mengharu biru.

Sebaliknya, suami pun demikian. Ingin segera pulang hanya untuk mendengar apa saja kegiatan istri dan anak anaknya seharian. Tawa, tangisan, kelucuan, kemarahan, pertengkaran bahkan cerita sederhana yang tentu penuh kedalaman makna lainnya.

Tampak tidak penting, suami berbagi kisah aktivitas pada istri. Tampak tidak penting, istri berbagi cerita hal hal “sepele” pada suami.

Ya, itulah “recalling” namanya. Saat saat yang selalu ditunggu.

Betapa nyaman nya punya pasangan yang mau mendengarkan. Pun sebaliknya betapa bahagianya membuat pasangan nyaman dengan mendengarkan.

Hmm, bahagia itu datang kepada mereka yang mau menciptakannya.

Anak anak pun tak kalah bahagia, karena mereka memiliki kesempatan yang sama, didengarkan orangtuanya.

Jadi, bahagia itu mudahkan? []

Sumber :

Hidayah Islam Media

SHARE THIS PAGE!

FACEBOOK COMMENTS WILL BE SHOWN ONLY WHEN YOUR SITE IS ONLINE